Belajar Bedanya "Harga" dan "Nilai": Kenapa Perak Disebut Aset Nyata?
Dalam dunia keuangan, ada sebuah kutipan terkenal dari investor legendaris Warren Buffett:
“Harga adalah apa yang kamu bayar, sedangkan nilai adalah apa yang benar-benar kamu dapatkan.”
Banyak dari kita sering tertukar antara kedua hal ini. Kita sering silau melihat angka atau harga yang tertera di layar, tapi lupa melihat kualitas asli atau nilai di balik angka tersebut.
Agar tidak salah langkah dalam mengatur keuangan, mari kita bedah perbedaan mendasar antara uang kertas yang kita pegang dengan aset perak yang kita tabung.
1. Uang Kertas Punya Harga Namun Nilainya Bergantung pada Janji
Coba ambil selembar uang Rp 100.000. Kertasnya sendiri sebenarnya tidak berharga karena mungkin biaya cetaknya hanya beberapa ratus rupiah saja.
Namun kenapa kita bisa menukarnya dengan beras, bensin, atau baju?
Karena ada "janji" dari pemerintah dan kepercayaan dari masyarakat bahwa kertas itu berharga Rp 100.000.
Jadi nilai uang kertas itu sifatnya ekstrinsik atau berasal dari luar. Nilainya bergantung sepenuhnya pada kestabilan ekonomi dan kepercayaan pada negara. Jika terjadi krisis hebat atau inflasi gila-gilaan, janji itu bisa runtuh dan nilai uang kertas bisa jatuh drastis meskipun nominalnya tetap sama.
2. Perak Memiliki Nilai yang Melekat di Dalam Dirinya Sendiri
Sekarang coba ambil kepingan 10 gram perak murni. Berbeda dengan uang kertas, perak memiliki nilai intrinsik atau berasal dari dalam.
Artinya nilai perak tidak bergantung pada janji siapa pun. Nilainya berasal dari zat perak itu sendiri.
- • Perak adalah logam mulia yang langka.
- • Perak adalah bahan baku industri yang dibutuhkan pabrik.
- • Perak adalah penghantar listrik terbaik.
Bahkan jika sebuah negara bubar atau mata uangnya tidak laku lagi, kepingan perak tersebut tetaplah perak. Ia tetap berharga di belahan dunia mana pun karena fisiknya memang bernilai.
3. Tes Sederhana Saat Dibakar dan Dilebur
Untuk memahami perbedaannya dengan mudah, bayangkan skenario ekstrem berikut ini.
- • Jika kita membakar tumpukan uang kertas, apa yang tersisa? Hanya abu. Nilainya hilang total dan musnah seketika.
- • Jika kita membakar atau melebur kepingan perak, apa yang tersisa? Gumpalan perak. Bentuknya mungkin berubah, tapi zat dan nilainya tetap ada.
Itulah yang dimaksud dengan Aset Nyata.
Mulailah Fokus Mengumpulkan Nilai Bukan Sekadar Angka
Menabung uang kertas itu penting untuk transaksi sehari-hari. Tetapi menumpuk semua kekayaan hanya dalam bentuk uang kertas sangatlah berisiko karena nilainya bisa tergerus.
Di sinilah peran Silvergram.
Saat kita membeli perak, kita sedang menukar janji berupa uang kertas menjadi bukti berupa aset nyata. Kita sedang menyimpan kekayaan dalam bentuk materi yang nilainya melekat kuat dan tidak bisa dimusnahkan oleh inflasi atau krisis.
Mulailah fokus mengumpulkan nilai, bukan sekadar mengejar angka.
- Back
- 26/12/2025
- epi_it_akbar



